Monday, July 20, 2020

RBV (Resources Based View)

Menurut Barney sumber daya perusahaan adalah sumber utama keunggulan kompetitif (Hui Ling Wang, 2014) atau dikenal dengan Resource Based View. Penrose dan juga Prahalad & Hamel (2014) telah menekankan pentingnya sumber daya (heterogen) yang digunakan perusahaan, sebagai sumber utama keunggulan  

kompetitif. Dengan kata lain strategi RBV menegaskan bahwa keunggulan kompetitif dan kinerja superior suatu organisasi ditentukan oleh keunggulan kapabilitasnya (Francis et al., 2017:697). Tidak diragukan lagi sumber daya adalah landasan analisis untuk RBV atau disebut juga bahwa seluruh aset yang dimiliki perusahaan yang terdiri dari aset keuangan, fisik, manusia, komersial, teknologi, dan organisasi yang digunakan oleh perusahaan untuk berinovasi, mengembangkan, dalam memberikan produk dan layanan kepada pelanggannya adalah sumber daya yang terikat secara permanen di dalam organisasi.

Barney menjelaskan bahwa ada kriteria 'VRIN' yang harus dipenuhi sumber daya agar memiliki keunggulan bersaing serta kinerja berkesinambungan. (Pankaj, 2010:5). Berikut kriteria 'VRIN':

1.            Valuable (V): Dapat memberikan nilai strategis bagi perusahaan. Nilai tersebut dapat membantu perusahaan dalam mengeksploitasi peluang pasar dan mengurangi ancaman pasar.

2.            Rare (R): Memiliki sumber daya yang bersifat langka, unik, dan sulit ditemukan diantara para pesaing sehingga sangat potensial menjadi keunggulan kompetitif.

3.            Imperfect Imitability (I): Imfectability berarti sumber daya sulit ditiru pesaing. Sumber daya dapat menjadi dasar keunggulan kompetitif yang berkelanjutan hanya jika perusahaan kompetitor tidak mampu untuk memperolehnya.

4.            Non-Substitutability (N): Non-subtitusi dari sumber daya menyiratkan bahwa sumber daya yang tak tergantikan. Hal ini berarti pesaing tidak mampu menyaingi kinerja yang sama walaupun menggantinya dengan sumber daya alternatif lainnya.

Menurut Barney, sumber daya dikatakan berharga dan memiliki keunggulan jika perusahaan menjalankan perilaku dan cara-cara yang mengarah pada biaya rendah, penjualan tinggi, margin tinggi, atau dengan cara lain yang dapat menambah nilai finansial bagi perusahaan.’ Dengan RBV manajer tidak akan kesulitan dalam memahami keunggulan kompetensi yang dapat dijadikan sebagai aset perusahaan yang berharga dan juga bagaimana asset tersebut dikelola untuk meningkatkan kinerja bisnis. (Pankaj, 2010:5). RBV dalam perusahaan mengetahui bahwa atribut yang terkait dengan pengalaman masa lalu, budaya organisasi dan kompetensi sangat penting untuk keberhasilan perusahaan (Pankaj, 2010:5).

Selain itu, Barney berpendapat bahwa RBV dapat dipergunakan untuk mengidentifikasi sumber daya dan kemampuan untuk menunjang keunggulan kompetitif berkelanjutan. (Pankaj, 2010:9). RBV menganggap sumber daya dan kompetensi merupakan sesuatu yang statis yang bisa ditunjuk sebagai stasioner pada kerangka waktu tertentu dan akan tetap demikian selama periode waktu tertentu juga. Fokus utamanya yaitu saat perusahaan memiliki sumber daya yang langka, berharga, tidak dapat ditiru dan tidak dapat disubstitusikan, hal itu memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan strategi peningkatan nilai yang tidak mudah diimplementasikan oleh perusahaan pesaing. Dengan kata lain, RBV menegaskan bahwa kepemilikan dan kendali atas aset strategis menentukan organisasi mana yang akan memperoleh laba superior dan menikmati posisi keunggulan kompetitif di atas yang lain.

Berikut tabel penjelasannya:

Types of Resources and Capabilities

Sumber: Pankaj (2010:9)




No comments:

Post a Comment

Formulasi Strategi Bersaing

Ada empat faktor didalam formulasi strategi bersaing yang dapat dijadikan tolak ukur untuk mencapai kesuksesan perusahaan. Kekuatan dan kele...